. ![]() Dengan semangat yang tetap tinggi, Edisi 008 masih hadir. Salam.
Bulan-bulan keberhasilan Apple Comp. melalui G3-nya masih menampakkan hasil. Tetatpi boss tetap mengincar pasar komputer murah. AMD sudah siapkan processor yang bisa ditandingkan dengan Pentium II. Harganya murah, tentu. Microsoft bikin
joinan dengan First Data. Tampaknya Microsoft bakal main
di bank. Navigator menyebar source
code Communicator 5.0., yang dikabarkan bakal jadi
andalan Netscape LCD belum banyak yang dibuat untuk mengganti monitor berukuran besar Rubrik ini di-update harian, antisipasi berita yang last-minute
Pengantar Sistem Analis (bagian 8) Panduan
Dasar dalam Perancangan Sistem Surat e-mail yang mungkin kesasar
|
![]() Gelar Baru Strategi Apple
Computer, Inc. Di balik semua gemerlap akan tanda-tanda bangkitnya raksasa Apple ini, masih ada kabut lain yang menyelimuti perusahaan ini, adalah dengan masih ngambangnya masalah CEO yang akan menakhodai perusahaan ini. Benar, Steve Jobs, salah seorang pendiri perusahaan ini telah digaet kembali masuk menjadi pelaksana harian CEO, sesudah Steve Jobs jadi gelandangan dengan membuat perusahaan NeXT di luar perusahaan Apple Computer, namun masih tanda tanya besar, apakah Steve Jobs akan menjadi CEO permanen. Masih ada pula kabut lain, yaitu tentang apa dan bagaimana strategi Apple Computer Inc. ini untuk mengantisipasi era komputer sub-1000 USD yang semakin ranum dan menggiurkan banyak pihak, konsumen dan produsen. Kabar yang beredar, Apple Computer akan ikut membuat ramai pasar komputer murah-meriah tersebut akhir tahun ini. Penghasilan dobel dari Apple. Meski keuntungan naik, tercatat total penjualan perusahaan ini menurun dibanding kuartal sebelumnya. Pada kuartal ini mereka hanya mampu mencatat penjualan sebesar 1.4 miliar USD, sementara kuartal sebelumnya sebesar 1.6 miliar USD. Keuntungan sebesar 38 sen USD per lembar saham perusahaan ini memang agak menutupi informasi penurunan penjualannya, namun keuntungan per lembar sahamnya tadi merupakan prestasi tersendiri, dibanding ramalan para analis Wall Street yang hanya memperkirakan sekitar 1 sen USD saja itu. Pada umumnya, para pialang membuat perkiraan, bahwa keuntungan saham Apple ada dalam kemungkinan rugi 7 sen sampai untung 32 sen USD per lembarnya. Keberhasilan Apple Computer pada kuartal kedua tahun fiskalnya ini disebut-sebut sebagai tanda keberhasilan kepemimpinan Steve Jobs, pelaksana CEO baru, yang sebelumnya adalah 'bekas' pimpinan perusahaan ini, karena ia ikut mendirikannya. "Apple berada dalam kuartal yang berhasil, semua tak bisa menyangkal", ujar Jobs. Ia benar-benar sangat bangga dengan menguatnya kebutuhan atas Power Mac yang kini menggunakan mesin penggerak processor G3 itu. Dari semua produk yang mereka buat, tercatat sekitar 51 persen sudah terjual. Selama ini Apple Computer belum pernah bisa menoreh
keberhasilan dalam kuartal-kuartal yang berturutan
seperti itu, sejak kuartal tiga dan empat tahun 1995
lalu. Direktur keuangan Apple Computer, CFO, chief
financial officer, Fred Anderson, menyebutkan, bahwa
semua prestasi tadi dikarenakan beberapa hal. Pertama
adalah karena mesin-mesin G3 memang memberikan untung
besar. Namun hal lain yang tak kalah penting adalah
kemampuan manajemen untuk melakukan pengendalian secara
ketat terhadap segala bentuk pengeluaran perusahaan. Itu
sebabnya, kondisi keuangan perusahaan ini menampakkan
cash flow yang positif serta solid, dan sebagai sebuah
hasil pendapatan perusahaan yang berkualitas. Dalam sebuah konperensi pers, Anderson juga menyebutkan, kalau perusahaan ini masih mencari seorang CEO permanen. Namun ia mengakui, kalau soal tersebut tampaknya bakal ditempatkan sebagai masalah belakangan saja. Bagi Anderson, serta jajaran manajemen perusahaan ini, Steve Jobs adalah pimpinan mereka saat ini. Ia, Jobs, terbukti mampu membuat Apple Computer kembali berjaya. Tak soal, katanya lebih lanjut, apakah Jobs cuma sekedar orang yang sementara dengan jabatan CEO tadi, atau tidak. Berdasarkan catatan, volume penjualan internasional perusahaan ini mematok separuh dari total penjualannya. Laba kotornya adalah sebesar 25 persen, yang berarti ada kenaikan dari 19 persen seperti yang terjadi pada kuartal yang sama tahun sebelumnya. Jumlah mesin yang terjual sekitar 650-ribu unit, naik 8 persen dibanding dengan kuartal yang sama tahun lalu. Fred Anderson tak bisa menyembunyikan kekagumannya mengenai hal ini. Ia menyatakan, bahwa sudah lama sekali ia tak melihat begitu banyak komputer terjual seperti pada kuartal kali ini. ia tak lupa menyebutkan, bahwa perusahaan ini hampir tak pernah mencatat kenaikan penjualannya sejak kuartal pertama tahun 1996. Prediksi Anderson untuk kuartal-kuartal berikutnya? Rasanya tak ada kenaikan yang berarti, kalau boleh dikatakan akan stabil. Tetapi Anderson melihat, kira-kira pada kuartal empat nanti akan ada kenaikan lumayan. Anderson juga menyebutkan, kenaikan pendapatan perusahaan tahun ini masih belum berarti, dan baru akan benar-benar tampak pada kuartal awal tahun depan. Laba kotor perusahaan ini diperkirakan akan sekitar 23 persen, dan ada kemungkinan lebih dari itu pada kuartal-kuartal sisa tahun fiskal kali ini. Laba kotor ini sebenarnya lebih tinggi, jikatidak terganggu oleh penjualan Mac jenis lain. Tetapi masih tetap bisa dipertahankan pada taraf yang bagus seperti itu, karena tingkat keuntungan penjualan mesin G3 mereka benar-benar lumayan. Lebih-lebih jika akan dikeluarkannya notebook edisi baru dari perusahaan ini nantinya. Meski demikian Anderson masih menampik pertanyaan mengenai di bagian manakah nanti PowerBook mereka berpeluang menggenjot pasar. Sejumlah pengamat menyebutkan, bahwa ada kemungkinan mesin notebook baru dari Apple baru akan keluar bulan Mei ini. Perkiraan ini didasarkan bahwa pihak Apple masih harus menghabiskan stok model lamanya. Jadi, meski pada kuartal ini kelihatannya bagus, tak berarti itu akan merupakan titik balik bagi perusahaan ini. Sampai akhir tahun ini. Memang ada kenaikan harga saham, tetapi masih belum mencapai angka tertinggi yang pernah tercapai selama setahun riwayatnya, dan cuma mendekati saja. Memburu prestasi yang pernah terjadi. Keberhasilan Apple Computer untuk menapak naik, dan mampu keluar dari kepungan psikologis dari sejumlah produsen PC, tampaknya dipicu oleh kepiawaian pemegang kendali CEO yang masih ad-nterim (sementara waktu) si Steve Jobs. Sejumlah biaya berhasil dipangkas, selain membuang proyek Newton. Perusahaan ini juga melakukan kegiatan penjualan langsung, yang dijajakan melalui jaringan Internet. Hasilnya bisa dilihat, perusahaan ini berhasil menakik keuntungannya pada ronde pertama kuartal tahun ini. Sejauh ini memang ada keragu-raguan di kalangan
investor terhadap perusahaan ini. Sebab, meski Steve Jobs
sudah diangkat jadi CEO, tetapi kan masih bersifat
sementara. Pihak manajemen perusahaan menyatakan, ba Tantangan atas perusahaan ini juga tak bakal berkurang. Selain ingin memperbesar pangsanya, perusahaan ini juga mesti berhadapan dengan para pesaingnya yang semakin ketat. |