![]() Edisi
006.
melanjutkan tradisi 'heboh' majalah Tips Online yang
'hit'-nya benar-benar tak disangka.
Cita-cita Bill Gates (orang kaya nomor satu versi Forbes) ingin menyamai IBM membuatnya tertuding berpraktek monopoli. Sejumlah ISP dirusak oleh para vandalis karena melaporkan kegiatan kejahatan seksual anak-anak
AMD, bangkit dengan kepercayaan dirinya yang baru. Hacker, Otot baru untuk membangun sistem informasi berbasis Web, datang dari Apple Rubrik ini di-update harian, antisipasi berita yang last-minute
Pengantar Sistem Analis (bagian 6) OPINI : Beku di Lembah Silikon OPINI: KTP, urusan yang mestinya bisa sehari.
Imil mampir, mungkin kesasar
|
Rupanya, Niat Saja Tak Cukup EDP pernah menerbitkan, juga sendiri, seperti ketika ia menyiapkan majalah listrik Tips ONLINE ini, yaitu majalah Tips versi tercetak. Rupanya, berbekal semangat saja sama sekali tak cukup. Hal yang sama, ketika EDP berusaha
menampilkan tips ONLINE ini.Soal semangat, jangan tanya. EDP punya cadangan nyawa rangkap tujuh, barangkali. Yang masing-masing memiliki semangat yang sama besarnya. Gagal, buatnya, hampir sama seperti ia menarik napas biasa. Berkali-kali ia menemukan apa yang disebut kegagalan tersebut. Tetapi itu tak membuatnya kapok. Gagal boleh saja datang, namun semangat itu tak pernah terlihat kendor. Tetapi ada kendala yang tak bisa diatasi oleh EDP ini, yaitu bahwa sejujurnya saja, sebenarnya ia adalah orang yang miskin. Benar-benar miskin, yang berkaitan dengan duit. Dan jika ada begitu banyak hambatan yang menghadang, dan selalu dengan enteng diatasinya, tidak halnya dengan halangan yang satu itu, kemiskinan. Kalau sudah duit yang jadi urusannya, maka EDP pun langsung ngeper. Nasib majalah Tips adalah contoh yang nyata. Bahkan untuk itulah ia terpaksa kehilangan mobilnya, untuk membayar hutang di pihak percetakan. Sampai ia menemukan wahana baru, Internet, yang bisa mengobat hobi beratnya di bidang media ini. Tripod.com adalah salah satu host server yang menawarkan tempat untuk membuat homepages gratis. Tripod.com adalah salah satu dari tak banyak penyedia server yang gratis. Yang bayar, sih, banyak. Terimakasih kepada teknologi, karena jika semula Tripod.com hanya menyediakan spasi gratis sebesar 2 MB, maka kini naik jadi 5 MB. Kalau mau jadi members yang mbayar, bisa dapat banyak. Ada pembaca yang menyayangkan, bukan pada mutu majalah Tips Online ini (duh... banyak yang muji, lho!), tetapi, kenapa kok nginepnya di Tripod? Itu kan host yang lamban ? Sekali lagi, masalah yang dihadapi pengelola, EDP maksudnya, adalah soal ketidakpunyaan duit semata-mata. Kalau lah ia punya duit, untuk membiayai hobinya ini, maka pasti ia akan mengusahakannya untuk bisa memuaskan pembacanya, yang sudah pada fanatik itu (ada, yang dari Manado, bahkan sudah memutuskan hanya akan mendatangi tips ONLINE van Arek Suroboyo ini saja, dan tak sudi mengunjungi majalah online serupa yang terbit dari Jakarta. Duh, fanatiknya!). Kapan EDP punya duit ? Rasanya, itu adalah pertanyaan yang sama sejak hampir seperempat abad EDP mulai mengais rejekinya, berkarya di bidang komputer ini. Pertanyaan yang sama itu terus saja tak pernah berhenti karena memang tak pernah berjawab. Soal duit, EDP memang pantangannya, barangkali. Atau, seandainya EDP punya duit banyak, jangan-jangan ia sangat malas untuk menampilkan karyanya yang seperti ini (antara lain). Mengapa EDP bercerita soal duit yang berkekurangan itu ? Rupanya, selama ini EDP mengerjakan semua pekerjaannya yang berkenaan dengan penggunaan komputer adalah menggunakan komputer yang kalau dihitung umur teknologinya sudah sangat lama. Semua temannya, kalau mendatangi kamar kerjanya, selalu mengejeknya sebagai komputer kuno. EDP memang tak pernah merasakan apa itu Pentium. bahkan ketika Pentium sudah Pro, MMX, Pentium II dan seterusnya itu, sama sekali EDP tak belum merasakannya. Komputer milik EDP, yang cuma 486DX4-100, tak hanya umur teknologinya saja yang kuno, belinya juga sudah sejak ia jadi Redaksi Pelaksana tabloid Komputek awal tahun 1992, tetapi juga sudah sangat aus dari segi umur operasionalnya. EDP biasa kerja keras, mulai jam 07:00 dan baru diakhirinya pada jam 21:00 atau bahkan lebih. Seminggu ia menghabiskan waktunya, dari Senin, sampai Senin lagi. Kalau hari Minggu, komputernya pasti tahu rasa. EDP mulai pegang komputer selepas ia menunaikan solat Subuh, dan baru diakhiri ketika sudah tak ada lagi acara di TV. Jamak saja, satu demi satu alat-alat kerjanya itu mulai 'mengundurkan diri'. Diawali dengan scanner merek Umax, yang tiba-tiba tak mau diajaknya men-scan gambar-gambar dari majalah untuk ilustrasi majalahnya. Kartunya terbakar, dan harus disediakan duit sebesar 600-ribu perak. Dan karena tak tersedia, maka sampai detik ini yang namanya scanner tersebut masih juga tergeletak. Giliran berikutnya keyboard. satu demi satu tombol karakternya ogah menampilkan |
karakternya
di layar. Di edisi 004 EDP menyelesaikan majalah Tips
ONLINE-nya dengan cara yang amat lucu. Bagaimana tidak,
jika keyboardnya sama sekali tak suka untuk mengetik
huruf 'L' (dan tentu juga 'l'), serta tak ingin
memberinya spasi. Apa yang dilakukan EDP ? Dibiarkannya
artikel yang ditulisnya tersebut tanpa huruf-huruf itu.
Setelah semua selesai, maka EDP-pun melakukan cut-n-paste
untuk karakter yang dibutuhkannya tadi. Keyboard rupanya tak berhenti untuk bikin ulah. Kali ini yang ngadat adalah tombol 'alt' dan 'print screen', supaya bisa meng-grab gambar untuk di-paste di PhotoShop. Buntung rupanya tak hendak usai. Hard disk yang dipakainya sering membuat ulah. Bahkan sudah di-format pun, dan install ulang Windows-pun, juga tak menolongnya. Rusak berat. Semua naskah untuk edisi 006 yang sudah siap tampil sama sekali tak ada yang bisa diselamatkan. Benar-benar harus bekerja dari nol sama sekali. Lalu dengan apa EDP mengerjakan edisi 006-nya kali ini ? Untung pembaca, ada teman yang punya pekerjaan men-servis komputer. Karena Sabtu toh ia libur, maka komputer yang sedang di-servis, dan sudah waras, tetapi belum dikirimkan ke pemiliknya, itulah yang dipinjam pakainya. Bisa dibayangkan, pembaca, bagaimana nasib edisi 007 nanti. Ah, itu masih minggu depan. Selama seminggu ini masih ada hal-hal ang bisa diharap. Setidaknya, jika restu pembaca menyertai EDP, harapan untuk tetap menghadirkan Tips Online tepat waktu semoga bisa dilakukannya. Selain itu, ada pertanyaan dari salah satu netter, yang 'mana tips-nya?'. Tips ini sebenarnya adalah anak majalah tabloid KompuTek dulu. ketika itu sasaran majalah Komputek adalah para pembaca yang sudah amat paham dan profesional di urusan komputer. Misalnya para manajer EDP. Lalu bagimana dengan pembaca awam nan pemula? Ada gagasan dengan menerbitkan majalah Tips, yang memang isinya ya tip-tip melulu. Karena EDP harus berpisah dengan KompuTek (direkturnya tak suka sama EDP), maka EDP-pun mengibarkan benderanya sendiri, menerbitkan majalah Tips. yang selain isinya memang tip-tip, juga news-news. Belakangan sesudah majalah Tips tak berhasil diterbitkannya, maka tips Online pun bergerak. Cuma sayang, sampai hari ini belum ada sebiji pun artikel tip-tip tampil di hadapan Anda, para Netters. Semoga edisi-edisi depan bisa EDp berikan. Pelan-pelan, dan sabar saja. Rupanya, semangat saja tak pernah cukup. Mesti ada duit yang harus menopangnya. Bahkan saat-saat seperti ini harus ditambah dengan kejelian, yaitu mencari tahu, barangkali ada di antara teman-temannya yang punya motherboard lawas, sudah uzur, yang bisa dibelinya. Asal murah, tak mesti Pentium. Bukankah EDP sudah amat terlatih untuk bernasib prihatin seperti itu? Edisi kali ini sebenarnya mau menceritakan kekalahan Microsoft soal perebutan java dengan Sun. sayang, artikel tersebut tak jelas di mana rimbanya. Maka terpaksa diganti dengan yang lain, masih sekitar Microsoft, dengan menampilkan sosok Bill Gates, bukan soal Java, tetapi soal tudingan monopoli. Artikel lain adalah soal pergantian nakhoda di Intel. Andy Grove, menyudahi kepemimpinannya yang sukses di Intel dengan Craig Barrett. dan sebagai pimpinan baru, tampaknya Barrett harus berhadapan dengan masa yang tak bisa dibilang enak-enakan saja. Di luar dugaan, edisi 005 yang menampilkan wajah-wajah seronok, cukup menghibur. Hit yang sangat tinggi hampir terjadi setiap hari. Mungkin ini adalah sebuah fenomena. Coba, to, netters, apa yang seperti ini harus ditinggalkan EDP? Jelas tidak. Bukan maksud mengulang sukses edisi 005, kalau di edisi ini juga ada tersisip obrolan yang agak berbau seperti itu. Setidaknya, menurut salah satu netter melalui e-mailnya, bahwa sajian itu cukup sedap untuk menghilangkan kejenuhan setelah seharian memelototi layar monitor, dengan sejumlah angka, huruf dan grafik. Ganti suasana, lah. Bagaimana
kalau jatah yang 5 MB di Tripod habis? Ada akal. Bisa
dilakukan dengan memanfaatkan alamat e-mail lainnya. Jika
tadinya 'majalahtips@hotmail.com' maka giliran nanti
menggunakan 'majalahtips@yahoo.com' yang dimanfaatkan. Bukankah
EDP masih punya alamat 'edipur@hotmail.com' dan 'edipur@yahoo.com' yang bisa pula dimintakan
jatah 5 MB lagi? Jika spasi 5 MB bisa menampung, paling
tidak tujuh edisi, maka masih jauh dari kekurangan, dong.
Siapa tahu, 'http://www.tripod.com' nanti menambah
jatahnya lagi, tak sekedar 5 MB untuk gratisan. Oh, ya,
masih ada di Geocities dan Yahoo, yang juga menyediakan
spasi gratis. |